Jumat, 12 Februari 2010

Think Valentine, think Black

Yach, seperti kita tahu, bahwa sebagian orang memperingati tanggal 14 Februari sebagai hari Valentine. Yang mana sebagian orang tersebut belum tentu tahu asal muasal dari sejarah 14 Februari itu sendiri. Hem.. daripada pusing, mendingan think black aja, kayak slogannya djarum black aja, hehe, ya emang sih.. djarum black pembawa inspirasi. Kalo boleh aku tulis di sini, konon, cerita dari sejarah valentine yang paling tren adalah kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M.  Di Indonesia perayaan valentine tergolong kontroversi, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam.

Sebenarnya dalam Islam tidak mengenal Hari Kasih Sayang, kasih sayang dalam Islam terhadap sesama tidaklah terbatas dengan waktu dan dimanapun berada, baik untuk keluarga, kerabat, dan sahabat yang semuanya masih dalam koridor-koridor agama Islam itu sendiri. Nabi Saw., bersabda : "Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (H.R. Bukhari). Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari" HR. Muslim.

Kemudian, dengan adanya perayaan hari valentine, dikhawatirkan bagi kaum muda-mudi yang tidak mengerti bisa saja terjerumus dalam hal-hal negatif dengan mentafsirkan kasih sayang di hari yang special ini. Firman Allah swt.: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q.S. al-Israa':32), zina yaitu perbuatan yang dilarang oleh agama baik secara terang-terangan maupun yang tersembunyi. Oleh karena itu kita mesti sadar apa arti yang sesungguhnya sebuah kasih sayang.

Lepas dari semua itu, mari kita kembali untuk "think black" dengan tidak menerima mentah-mentah budaya barat yang masuk ke negara kita, tetapi mengolah, menelaah dan mengambil manfaat yang baik dari semuanya. "khud ma shofa wa da’ ma kadar", ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk.